Selamat datang di website
GLOBAL GREEN CONSULTANTS

Penjelasan Ringkas

Kamii, konsultan perkebunan kelapa sawit, Hutan Tanaman Industri dan Pengelolaan lingkungan, Memberikan layananan jasa pengelolaan agribisnis kelapa sawit dari hulu sampai hilir mulai dari perizinan, teknis budidaya, pabrik kelapa sawit dan pembangunan Hutan Tnaman Industri. IDENTITAS Nama : Global Green Consultants Plantation, Forestry, Environment Management Consultants Tujuan : Memberikan pelayanan terbaik akan kebutuhan jasa konsultansi perkebunan , kehutanan dan lingkungan kepada pelanggan Visi : Melakukan pengembangan perkebunan ramah lingkungan, memberikan benefit bagi pelanggan seiring dengan kemajuan teknis budidaya perkebunan , ilmu pengetahuan dan peraturan pendukung terbaru yang didukung personil yang profesional serta teknologi pendukung e-mail : globalgreenconsultants@ gmail.com Contac Person : Ir Barisan Tinambunan Ponsel : + 62 812 824 26622 Kantor : Jl Kalibaru Timur 4 No.3 Kemayoran Jakarta Pusat Telp+ 62 21 4263494 Fax + 62 21 4268094 MANAGEMENT Rekan Pimpinan : Ir. Barisan Tinambunan Rekan : Pahala Sinaga, MBA Rekan : Ir.Iswar Natali Nasution Akta Pendirian : No. 12, Tanggal 28 Desember 2007 Akta Perubahan : No. 18, Tanggal 18 Maret 2009 Nomor Ijin Konsultan : 144/ IK/ IJK/ 3/ IV/ 2007 SEJARAH Global Green Consultants, digagas oleh para profesional dibidang perkebunan dan kehutanan yang telah berpengalaman mengendalikan perusahaan perkebunan dan kehutanan mulai dari level asisten sampai kepada top management sebagai Direktur perkebunan. Didasari oleh kondisi perkebunan yang banyak mengalami kendala dalam perencanaan, pengelolaan dan bisnis secara keseluruhan, Global Green Consultants hadir untuk membantu perusahan perkebunan untuk dapat mencapai tujuan bisnis secara efektif dan efisien. Global Green Consultants didirikan tanggal 28 Desember 2007, sesuai dengan Akta No. 32 oleh Arifin Sirait, SH Ir. Barisan Tinambunan sebagai Rekan Pimpinan dan Pahala Sinaga, MBA, SH sebagai rekan di Global Green Consultants sekaligus merupakan Direktur Utama dan Direktur pada Perusahaan PT Global Green Consultants. Profesional, Efisien, Ramah Lingkungan dan benefit adalah ciri utama dalam pelayanan konsultansi. Untuk meningkatkan kompetensi kami telah meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dengan melakukan training maupun pelatihan dari assosiasi maupun berbagai pihak lain, serta mengupgrade peralatan-peralatan komputer dan peripheral serta pengembangan database sebagai sumber informasi untuk menunjang pelayanan terus dikembangkan secara terus menerus. Kami juga secara terus menerus mengupdate teknis kerja cultur teknis perkebunan/ kehutanan, dan peraturan-peraturan terkini perihal legalitas perkebunan dan kehutanan, serta mengarahkan operasional dengan memperhatikan lingkungan. PERIJINAN Nomor Izin Konsultan : 144/ IK/ IJK/ 3/ IV/ 2007 Nomor Pokok Wajib Pajak ( NPWP) : 02.067.349.8-034.000 Domisili Konsultant : 164/ 1.824/ 07 TDP : 090215122574 Pengesahan Menhumkam RI : C-08174 HT 01.01.TH 2007 SERVICE KONSULTAN TETAP Bisnis perkebunan kelapa sawit dan atau bisnis kehutanan berkembang demikian cepat, baik investor baru maupun investor yang telah eksis, tantangan dan permasalahan yang dihadapi dalam operasional juga semakin kompleks. Untuk memastikan bisnis berjalan sesuai dengan target, dengan pengalam yang kami miliki sebagai professional dibidang agribisnis kebun kelapa sawit dan binis kehutanan, kami hadir untuk mendampingi pelanggan secara berkala sesuai kesepakatan. Untuk menjamin pelayanan, kami langsung menurunkan tenaga ahli kami secara personal masuk ke dalam strukur manajemen sebagai advicer yang dapat bertanggung jawab langsung Kepada top manajemen dan atau manajemen yang ditunjuk. Adapun teknis kerja sbb: þ Memastikan Anggaran Operasional telah sesuai dengan standar perkebunan professional dengan mempertimbangkan kondisi areal þ Memastikan perizinan dan proses perizinan terutama GRTT sudah sesuai dengan peraturan terkini dengan mempertimbangkan situasi sekitar perkebunan þ Memastikan Standard Operasional dan Prosedur ( SOP) masing-masing kegiatan sudah ada dan sesuai dengan perkebunan professional. þ Memastikan operasional berjalan sesuai dengan standard perkebunan professional þ Memastikan pembangunan budaya kebun sesuai dengan iklim dan budaya perusahaan þ Memberikan masukan Kepada top manajemen perihal operasional dan non operasional, terutama penghendalian dan solusi terhadap pembiayaan, baik secara berkala maupun secara case per case KONSULTAN TIDAK TETAP Kami juga menyajikan pelayanan konsultasi pada bagian atau tahapan tahapan operasional secara keseluruhan, mulai dari þ Perizinan þ Perencanaan dan perpetaan þ Pembibitan þ Land clearing þ Penanaman þ Pemeliharaan þ Panen dan þ Pabrik Kelapa Sawit ( PKS) þ Financial þ Administrasi Kebun dan Keuangan þ Stnadar Operasional dan Prosedur ( SOP) Dengan uraian sebagai berikut: F PERIZINAN USAHA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT( legal aspec) Memasuki agribisnis perkebunan kelapa sawit, dimulai dengan pemantapan aspek legal terhadap areal yang akan dan atau yang dimiliki. Banyak perkebunan gagal akibat perizinan yang tidak jelas, terutama posisi areal yang memang harus diluar kawasan hutan atau paling tidak telah ada pelepasan kawasan dari otoritas pemerintah yaitu Kementerian Kehutanan. Disamping itu pengalaman menunjukkan, setelah memperoleh ijin prinsip dan ijin lokasi dari pemda setempat, perusahaan perkebunan juga harus melakukan Ganti Rugi Tanaman Tumbuh ( GRTT) , terhadap areal yang masih diokupasi oleh pihak ketiga. Kondisi ini harus direncanakan dengan matang, sehingga dapat terhindar dari pembayaran GRTT lebih dari 1 kali. Kami mempunyai banyak pengalaman dalam memastikan proses perijinan ini diurus dengan benar. Adapun tahapan perizinan perkebunan kelapa sawit adalah: þ Ijin Prinsip dari Pemda þ Ijin Lokasi yang memuat peta areal perkebunan yang masih harus dibebaskan dari pihak ke 3 þ Pelepasan Kawasan Hutan, jika areal Ijin Lokasi masih terdapat Kawasan Hutan. þ GRTT, proses ganti rugi lahan okupasi pihak ke 3 þ Kadasteral, dilakukan oleh BPN Pusat, yang merupakan pengukuran areal yang telah dimiliki. þ AMDAL. þ Panitia B, pada Kanwil BPN Propinsi untuk mendapat rekomendasi penerbitan SK Hak Guna Usaha þ Penerbitan SK Hak Guna Usaha dari BPN Pusat þ Penerbitan Sertifikat Hak guna Usaha dari Kantor BPN Kab/ Kota setempat Dalam pelaksanaan proses perinzinan dan GRTT ini, kami dapat mendampingi proses sehingga dipastikan berjalan sesuai dengan standard baku pembangunan kebun F PERENCANAAN AREAL DAN OPERASIONAL PERKEBUNAN KELAPA SAWIT ( planning and mapping syatem) Area perkebunan yang telah diperoleh, selanjutnya dilakukan desain kebun melalui perencanaan blok tanaman ( bloking area) , perencanaan sarana prasarana yang dibutuhkan. Apabila perencanaan ini telah dipastikan sesuai dan tepat, dilanjutkan aplikasi lapang melalui bloking area , membagi lahan kedalam beberapa blok sesuai desain awal. Dalam tahap perencanaan ini, hal-hal yang harus ditetapkan adalah sbb: þ Desain kebun þ Bloking Area þ Penentuan posisi jalan ( Main Road dan Collection Road) þ Penetapan Parit ( Irragation System) þ Pembibitan, Basecamp ( Emplasment) þ Rencana Lokasi Pabrik Pengolahan kelapa Sawit Perencanaan diatas sudah harus disusun sedemikian rupa dalam bentuk Rencana Operasional ( Budgeting system) dan Sistem Opesional Prosedur ( SOP) masing-masing kegiatan dan System administrasi kebun dan Keuangan ( SAKK) . Untuk kegiatan diatas, kami dapat membantu kebun, sehingga budget yang tersusun sesuai dengan norma atau stá ndar pembangunan kebun PELAKSANAAN PEMBANGUNAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT ( cultur teknis) Perencanaan areal yang telah disusun akan diaplikasi dalam bentuk kegiatan sbb: : þ Pembangunan Pembibitan ( Pre Nursery and Main Nursery) þ Pembukaan lahan ( land Clearing) sekaligus pembuatan Jalan sebagai batas blok þ Untuk areal low land atau gambut , dilakukan pembuatan parit ( Main drain Primer drain and Secondary drain) þ Penanaman kacangan ( Legume Cover Crop) þ Pancang tanaman þ Penanaman kelapa sawit þ Pemeliharaan TBM dan TM þ Panen dan system panen Kegiatan diatas dilakukan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan dalam Anggaran Kebun ( Budgeting system) F PEMBIBITAN KELAPA SAWIT ( nursery system) Bibit tanaman, merupakan satu hal yang sangat penting dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit. Sumber bibit adalah bibit yang baik dan disertifikasi oleh otoritas yang berhak. Pembibitan dilakukan dengan 2 tahap, Pre nursey dan Main Nursery, Areal pembibitan harus betul-betul dipastikan sumber air yang baik dan tersedia secara terus menerus. Pembibitan membutuhkan system penyiraman yang baik, diantaranya menggunakan sumi sansui, sprinkler dan selang manual. Investasi yang dibutuhkan dalam pembibitan cukup besar, sehingga bila ada perencanaan dan pelaksanan pembangunan yang kurang tepat, dipastikan tingkat kematian bibit yang tinggi. Untuk kegiatan pembibitan ini, kami dapat memberikan pendampingan sehingga pembibitan berjalan efektif dan efisien. F PEMBUKAAN LAHAN KELAPA SAWIT ( Land Clearing) Pembukaan lahan ( land clearing) dilaksanakan pada lahan mineral dengan sesuai bloking area, dimulai dengan pembukaan jalan sebagi batas blok. Untuk kegiatan di lahan, dilakukan desain pancang kepala sebagai acuan untuk menempatkan rumpukan. Areal kemiringan tinggi, dilakukan dengan pembuatan teras. Lahan low land sampai gambut, kegiatan pertama adalah membuka saluran air yang telah didesain sedemikian rupa, dengan mempertimbangkan hidrologi kawasan. Saluran ( drain) dimulai dari areal hilir., selanjutnya dilakukan landclearing di areal tanam menggunakan excavator. Titik kritis dalam pembukaan lahan gambut atau low land adalah disain parit. Untuk kegiatan landclearing mineral terutama landclearing lowland gambut, kami dapat melakukan supervisi sehingga pelaksanaan pembukaan lahan sesuai dengan kondisi lahan dan sesuai dengan persyaratan tumbuh tanaman kelapa sawit. F PENANAMAN DAN PEMELIHARAAN KEBUN KELAPA SAWIT Penanaman kelapa sawit, dimulai setelah penyelesaian landclearing blok demi blok . Dimulai dengan pancang mata lima. Penentuan jarak tanam didasarkan Kepada klasifikasi tingkat kesuburan tanah dan jenis bibit. Untuk kelas S1 dan S2 biasanya 136 pokok per ha, sedangkan untuk kelas S3 dan lowlang gambut 146 pokok per ha. Setelah penanaman, dilanjutkan segera dengan penanaman kacangan ( legume cover crop) .Pemeliharaan tanaman kelapa sawit dibagi dalam 2 bagian besar yaitu Tanaman Belum Menghasilkan ( TBM) dan Tanaman Menghasilkan ( TM) . Adapun kegiatan utama adalah: þ Rawat gawang dan dongkel anak kayu kimia dan atau manual þ Pembuatan piringan þ Pemupukan þ Pembuatan pasar pikul þ Sulaman / sisip þ Pengendalian hama dan penyakit þ Penunasan þ Peningkatan jalan þ Pemeliharaan sarana/ prasarana. Untuk penanaman dan pemeliharaan, kami dapat melakukan supervise, sehingga kondisi kebun dapat dipelihara dengan baik secara efektif dan efisien. F PERENCANAAN PEMBANGUNAN PABRIK KELAPA SAWIT ( Palm Oil Mill) Perkebunan sawit sebagai industry hulu akan menghasilkan Crude palm oil ( CPO) , kernel dan hasil samping lainnya. Perencanaan dan tata letak pabrik sudah harus dilakukan sebelum membuka lahan, sehingga areal ini sudah harus dicadangkan. Dasar-dasar penentuan tata letak pabrik diantaranya: þ Berada ditengah perkebunan þ Aksesibilitas terjamin þ Sumber air yang cukup þ Kondisi tanah cukup rignit padat. þ Luas yang dicadangkan tergantung Kepada luasan lahan. Perencanaan areal pabrik ini harus dimatangkan sejak awal, karena status tanah rencana pabrik adalah Hak guna Bangunan ( HGB) , sehingga pada saat penyelesaian Hak Guna Usaha ( HGU) , areal ini sudah dikeluarkan Banyak perkebunan mengalami kerugian akibat perencanaan pabrik yang tidak matang, sehingga harus membongkar tanaman yang ada dan mengeluarkan areal dari HGU. Untuk pembangunan Pabrik tahapan-tahapan sbb: þ Pengurusan Legalitas þ Analisa tanah dan topografi detail þ Penentuan Desain dan Rencana Anggaran Biaya þ Pembuatan Cut and fill þ Pembangunan Pondasi dan Main Building þ Pembangunan station unit processing dan machinery þ Water treatment dan kolam limbah þ Sarana/ prasarana þ Commissioning Untuk perencanan dan pengawasan pembangunan, kami dapat melakukan supervise, sehingga pabrik terencana secara baik, pembangunan sesuai dengan kualifikasi dan operasional pabrik dapat berjalan sesuai dengan rencana F PENCARIAN PEMBIAYAAN BANK Pembangunan kebun kelapa sawit membutuhkan investasi yang besar, sehingga perencanaan awal sudah menetapkan time line untuk pembiayaan bank. Kegiatan ini diawali dengan pembuatan study kelayakan ( FS) yang dilakukan oleh konsultant FS yang telah beraviliasi dengan Bank . Studi kelayakan berguna sebagai bahan pertimbangan bagi menajemen dan pemegang saham untuk mendirikan dan atau memperluas suatu perusahaan, serta pihak ketiga lainnya seperti calon kreditur, pemerintah serta pihak – pihak lain yang berkepentingan atas perusahaan atau proyek tersebut. Apabila suatu usaha dinyatakan layak, kami dapat membantu usulan kredit ke Bank Pemerintah dan Bank Swasta. F PERIZINAN USAHA HUTAN ALAM, IJIN PEMANFAATAN KAYU DAN USAHA HUTAN TANAMAN Ijin Pemanfaatan Kayu: Sesuai dengan Permenhut No.P.14/ Menhut-II/ 2011 tanggal 10 Maret 2011, Areal perkebunan yang masih mempunyai potensi kayu secara ekonomis wajib mengurus IPK. Tahapan perizinan IPK sbb: þ Permohonan IPK þ Timber Cruising þ Penyusunan Bagan kerja dan RKT þ Tata batas blok IPK dan RKT þ Penetapan IPK dan petugas pengawas Perizinan Hak Pengusahaan Hutan Alam : IUPHHK-HA Kawasan Hutan Produksi yang memiliki potensi ekonomis kayu produksi alam, Tahapan perizinan adalah sbb: þ Permohonan IUPHHK-HA þ Rekomendasi dari Pemda þ Proposal Gambaran umum kondisi areal dan perusahaan þ Usulan Teknis þ Tata batas areal þ SK IUPHHK-HA þ RKT Perizinan Hak Pengusahaan Hutan Tanaman : IUPHHK-HT Kawasan Hutan Produksi yang memiliki potensi ekonomis kayu produksi alam, Tahapan perizinan adalah sbb: þ Permohonan IUPHHK-HT þ Rekomendasi dari Pemda þ Proposal Gambaran umum kondisi areal dan perusahaan þ Usulan Teknis þ Tata batas areal þ SK IUPHHK-HT þ RKT Untuk proses perizinan diatas, kami dapat membantu dan supervisi pengurusan perizinan dimaksud F PERENCANAA AREAL DAN PEMETAAN USAHA HUTAN ALAM, IJIN PEMANFAATAN KAYU DAN HUTAN TANAMAN IPK dan IUPHHK-HA, rencana areal yang akan dimohon harus betul-betul dinilai potensi tegakan ekonomis secara kasar. Hal ini dapat diketahui melalui pemetaan citra landsat dan atau pemeriksaan pendahuluan langsung di areal yang akan dimohon. IUPHHK-HA dahulu bernama HPH telah melewati masa jaya, tetapi tidak tertutup kemungkinan areal baru yang masih mempunyai potensi. IPK wajib dilaksanakan pada areal APL atau Kawasan hutan yang telah dilepaskan bila ditemukan 50 M3 potensi kayu ekonomis, untuk itu diperlukan langkah-langkah penting sbb: . þ Telaah potensi tegakan melalui peta dan lapangan, hal ini dapat dilakukan sekaligus pada saat kegiatan bloking area þ Pemetaan potensi, sehingga RKT IPK telah sesuai dengan potensi tegakan ekonomis. þ Timber cruising paling tidak 5% þ Perencanaan operasional eksploitasi kayu sedapat mungkin disesuaikan dengan rencana land clearing. IUPHHK-HT untuk hutan tanaman, dilakukan telaah penutupan lahan, analisa tanah dan pemilihan komoditi tanaman yang sesuai dengan mempertimbangkan pemasaran. Blok tanaman disesuaikan dengan kompartemenisasi, selanjutnya dilakukan proses perencanaan areal, pembuatan anggaran sesuai RKT, pembibitan, Landcelaring, penanaman dan pememliharaan Untuk 3 kegiatan diatas, kami dapat melakukan supervisi, sehingga proses perencanaan betul-betul membuat rencana operasional yang efektif dan efisien. F PERHITUNGAN POTENSI TEGAKAN ( timber cruising) Salah satu kegiatan penting dalam kegiatan IPK dan IUPHHK-HA adalah perhitungan langsung potensi tegakan ekonomis atau Timber Cruising. Pelaksanaan timber cruising dilakukan setelah penentuan tata batas areal sesuai dengan telaah peta potensi. Intensitas sampling 5% atau 2, 5% . Beberapa informasi yang harus didapatkan dari timber cruising untuk kepentingan strategi operasional adalah: þ Sebaran potensi tegakan sesuai dengan jenis kayu, dan volume þ Identitas kayu sesuai Nomor kayu yang ditempelkan di tegakan dan buku lembaran hasil cruising þ Peta topografi, dipergunakan merencanakan teknik eksploitas, penetapan jalan sarad, jalan produksi dan jalan logging produksi utama. þ Penetapan TPH, stasiun antara dan logpond þ Penetapan kebutuhan kendaraan eksplotasi dan non eksploitasi Untuk kegiatan timber cruising, tim kami dapat melaksanakan di lapangan. F PELAKSANAAN OPERASIONAL EKSPLOITASI HUTAN ALAM DAN IPK Operasinal logging untuk IPK dan IUPHHK-HA memiliki banyak persamaan, bedanya adalah dalam pembuatan jalan produksi, dimana untuk IPK jalan produksi disesuaikan dengan desain batas blok Main Road dan Colletion Road, sedangkan untuk IUPHHK-HA, jalan produksi disesuaikan dengan kelaikan jalan sesuai kontur dan jarak angkut. Organisasi tim eksploitasi terdiri dari beberapa tim, yang biasa disebut gang, terdiri dari chainsaw man, alat sarad, baik bulldozer dan atau skider, alat loading berupa excavator . ti mini dipinpin oleh seorang gang bos. Tim lain yang juga sangat penting adalah devisi Road Construction yang bertugas membangun dan memelihara jalan. Beberapa tim dipimpin oleh seorang supervisor. Kayu hasil produksi dikumpulkan di TPH, diikuti kupas kulit dan perawatan awal seperti pemasangan paku S, diikuti dengan administrasi tebangan dengan menomori kayu hasil tebangan. Hal yang perlu diperhatikan dalam operasional tebangan adalah: þ Pembagian areal kerja sesuai RKT þ Pembuatan jadwal tebangan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca. þ Pembuatan jalan þ Adminsitrasi awal Tata Usaha Kayu ( TUK) þ Kesiapan kenderaan eksploitasi Untuk kegiatan eksplotasi ini, tim kami memberikan supervise, memastikan operasional berjalan secara efektif danj efisien. F PELAKSANAAN PEMBUATAN HUTAN TANAMAN Pembangunan Hutan Tanaman, hampir mirip dengan pembangunan kebun , bedanya untuk pembangunan HTI menggunakan system kompartemenisasi. Tahapan-tahapan pembangunan Hutan Tanaman sbb: þ Penataan areal sesuai kontur ( kompartemen) þ Pembangunan Sarana/ prasaranan þ Pembuatan Pembibitan þ Pembuatan jalan dan Land clearing þ Penanaman. þ Pemeliharaan meliputi pengendalian gulma, dan pemupukan þ Pemanenan þ Pengangkutan ( hauling) Kegiatan pembangunan hutan tanaman ini, tim kami dapat melakukan supervisi operasional untuk mendapatkan operasional yang efektif dan efisien. F PENGANGKUTAN DAN TATA USAHA KAYU Angkutan kayu adalah kegiatan utama yang sangat tergantung kepada kondisi cuaca dan jalan. Angkutan kayu menggunakan logging truk melalui jalan produksi . perhitungan yang harus detail adalah penentuan jarak angkutan, berhubung logging truk dapat dimuati sampai 70 metrik ton 1 kali angkut, sehingga jarak angkutan diperkirakan tidak lebih dari 30 km. Jika jarak tph ke logpond melebihi 30 km, harus dibangun logpond antara atau transit. Oprasional hauling biasa dilakuakn 24 jam sehari pada kondisi musim kemarau dan sepanjang jalur hauling, devisi road construction melakukan perawatan jalan secara terus menerus. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam operasional hauling adalah þ Memastikan kondiisi cuaca kering þ Jalan sudah dipelihara dengan baik þ Jika sedang operasional hauling tiba-tiba turun hujan, maka seluruh kenderaan logging dan kegiatan harus berhenti, sampai devisi RC menyatakn sudah laik jalan. þ Pemeliharaan peralatan dan kenderaan eksploitasi þ Penetapan Logpond dan logpond antara. þ Pertimbangan pengolahan kayu di areal tebangan F PEMELIHARAAN DAN PERDAGANGAN KAYU Kayu produksi diantar ke logpond dan atau pabrik pengolah kayu. Sebelum proses penjualan atau pengolahan, sebaiknya kayu dipelihara sedemikian rupa untuk mempertahankan kualitas kayu, sekaligus pendataan kayu produksi sesuai sistem Tata Usaha Kayu, dan memperhitungkan Laporan Hasil Produksi untuk kepentingan pembayaran kewajiban seperti Dana Reboisasi dan Provisi Sumber daya Hutan. ( DR dan PSDH) . Hal-hal yang perlu dilakukan saat perwatan kayu adalah: þ Penyusunan dan penataan kayu sesuai dengan jenis dan kelas kayu. Jenis meliputi jenis meranti dan kayu campuran, þ Pemasangan paku S þ Pengulitan þ Penyemprotan anti jamur dan anti rayap. þ Pendataan LHP þ Pemeriksaan oleh internal dan Dinas Kehutanan F PENGOLAHAN KAYU Disamping melakukan penjualan kayu log , peningkatan nilai tambah kayu diperoleh dengan melakukan pengolahan awal di areal produksi kayu. Pengolahan yang biasa digunakan adalah saw mill, mengolah kayu gelondongan menjadi kayu olah. Perkebunan yang mempunyai IPK, kayu-kayu olah ini pertama digunakan untuk kebutuhan sendiri dalam pembangunan sarana perumahan, perkantoran, gudang dan berbagai macam bagunan, sisanya dapat dijual ke pihak ketiga. Pembangunan sawmill membutuhkan investasi yang cukup besar, sehingga sebelum membangun diperlukan beberapa pertimbangan antara lain: þ Volume kayu , baik tegakan di lapangan maupun produksi yang tersedia. þ Membandingkan biaya investasi dengan rencana dan time line produksi. þ Perizinan untuk Industri Kayu olah, diurus tersendiri dengan biaya tersendiri pula. Untuk kegiatan pengolahan kayu ini, tim kami memberikan supervisi pertimbangan dan operasional yang efektif dan efisien. F ARAHAN PENGENDALIAN LINGKUNGAN Tantangan usaha agribisnis kedepan adalah persyaratan ketat pengendalian lingkungan. Hal ini selalu harus menjadi pusat perhatian. Persaingan ketat dunia agribisnis, terutama pasaran CPO yang cukup keras telah mengedapankan pengelolaan lingkungan yang tepat tanpa merusak. Sertifikasi pengelolaan perkebunan ramah lingkungan secara keseluruhan, telah dirampungkan dalam sertifikasi yang dilakukan oleh RSPO, dan Indonesia juga akan segera merilis ISPO yang menjadi syarat perdagangan CPO secara Internasional. Secara sederhana, dalam pengembangan perkebunan pada setiap tahapan pembangunan dan pengolahan harus mengikuti stardard diantaranya, pengelolaan lingkungan sosial sekitar kebun, permasalahan lahan, pengendalian operasional yang menggunakan pupuk kimia dan herbisida, pencemaran lingkungan, sungai sekitar PKS. Konsep go green yang kami tawarkan, untuk memastikan opersional kebun diantaranya, þ Penyusunan AMDAL þ Pembangunan Land aplication, yaitu dengan memanfaatkan limbah cair PKS didistribusikan kea real perkebunan dengan membuat box penampung diantara gawangan mati REKANAN F KONSULTAN PENILAI , AKUNTAN PUBLIK, KURATOR & KONSULTAN HUKUM þ Kantor KJPP Romulo Charlie dan rekan þ Kantor KJPP Rahmad dan rekan þ Konsultan Hukum Sitompul dan Rekan þ Kantor Akuntan Doli dan rekan PORTOFOLIO No. Nama Klien Uraian 1 PT.Sawit Jambi Lestari Perkebunan Kelapa Sawit 2 PT.Sawit Desa Makmur Perkebunan Kelapa Sawit 3 PT.Sacona Persada Perkebunan Kelapa Sawit 4 PT.Wana Sawit Sumber Lestari Perkebunan Kelapa Sawit 5 PT.Tunas Agro Suber Kencana Perkebunan Kelapa Sawit 6 PT.Hamparan Massawit Bangun Persada Perkebunan Kelapa Sawit 7 PT.Bangun Jaya Alam Permai Perkebunan Kelapa Sawit 8 PT.Suryamas Cipta Perkasa Perkebunan Kelapa Sawit 9 PT.Sawit Kencana Desa Perkebunan Kelapa Sawit 10 Kelompok Tani Harapan Perkebunan Kelapa Sawit 11 PT.Mineral Bahari Sentosa Tambang Batu Bara 12 PT.Aknadi Surya Perkasa Pabrik Kelapa sawit F KEY PERSON Nama : Ir. Barisan Tinambunan Tempat/ Tgl. Lahir : Tapanuli Utara, 02 Nopember 1970 Alamat : Komp Villa Nusa Indah 2 AA11 No.12 Bojong Kulur Bogor Jawa Barat Pendidikan : Sarjana Pertanian Universitas HKBP Nomemsen Medan, 1993 Seminar/ Kursus/ Training : R Kursus Manajemen Pengelolaan Hak Pengusahaan Hutan, Diklat Departemen Kehutanan R Kursus Manajemen Dasar, Prasetya Mulya Jakarta R Kursus Keuangan Bagi Yang Bukan Manajer Keuangan ( Fin Non Fin ) Prasetya Mulya jakarta R Seminar RUU Penilai ” Arti Penting Profesi Penilai Dalam Mendukung Transparansi Kegiatan Ekonomi Dan Keuangan” yang diselenggarakan oleh MAPPI, 2010, 7 CPD Poin. R Pendidikan Profesi Manajemen Perkebunan Kelapa Sawit, Lembaga Pendidikan Perkebunan, Medan R Kursus AMDAL A dan B , Universitas Sumatera Utara R Kursus Strategic Manajemen Puncak Bagi Direksi Perkebunan, Lembaga Pendidikan Perkebunan, Medan Pengalaman Kerja : 1993-1994 : PT.Riau Andalan Pulp and Paper, Pangkalan Kerinci Riau, Forester 1994-2001 : PT.Inhutani III ( persero) , Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan , Asisten 2001-2003 : PT.Bangkitgiat Usaha Mandiri, Sampit kalimantan Tengah, Estate Manager 2003-2006 : PT. Matahari Kahuripan, Jambi , Kepala Kebun 2006-2008 : PT. Permata Hijau Sawit, Medan 2008-2010 : PT.Bangkitgiat Usaha Mandiri, Jakarta, Direktur 2007-sekarang : PT.Global Green Consultants, Direktur Utama 2009-sekarang : PT.Citra Madani Sarana, Dumai, Komisaris Nama : Pahala Sinaga, MBA Tempat/ Tgl. Lahir : Tapanuli Utara, 02 Nopember 1967 Alamat : Komp Villa Nusa Indah 3 K No.12 Bojong Kulur Bogor Jawa Barat Pendidikan : Magister Business Adminitration 1993 Pengalaman Kerja : 1990-1992 : Kantor Akuntan Ellya Noorlisyati, Auditor 1992-1994 : PT.Gajah Tunggal, Jakarta, Accounting Supv 1994-2002 : PT.Gobel Dharma Nusantara, Financial and Accounting Manager 2002-2007 : PT. Solar Sentra Distribusi, Jakarta, Senior Manager Financial and Accounting 2006-2008 : PT. Permata Hijau Sawit, Medan 2007-2009 : PT.Mister Bakso Indonesiai, Jakarta, General Manager 2007-sekarang : PT.Global Green Consultants, Direktur 2009-sekarang : PT.Citra Madani Sarana, Dumai, Direktur Keuangan

Produk Terbaru

Katalog Produk

Jasa konsultan HTI

PELAKSANAAN PEMBUATAN HUTAN TANAMAN Pembangunan Hutan Tanaman, hampir mirip dengan pembangunan ke

Detail Produk »

Kamii, konsultan perkebunan kelapa sawit, Hutan Tanaman Industri dan Pengelolaan lingkungan, Membe
  • Kota Jakarta

Katalog Produk

Jasa Konsultan

SERVICE KONSULTAN TETAP Bisnis perkebunan kelapa sawit dan atau bisnis kehutanan berkembang de

Detail Produk »

Kamii, konsultan perkebunan kelapa sawit, Hutan Tanaman Industri dan Pengelolaan lingkungan, Membe
  • Kota Jakarta